siapakah die fucekek itu,
adakah dia seorang yang hebat,
atau seorang yang lemah?
siapakah dia?
adakah dia sesuai berkawan,
dengan seorang yang sempurna?
apa pula maksud "FUCEKEK" ?
dan apa pula maksud "AAHA"?
kepada siapa yang tak tahu,
fikir-fikirkanlah...
skip to main |
skip to sidebar
NOTHING IS IMPOSSIBLE FOR US TO MAKE A GOOD BLOG...
CONTANTS
SMK DABB
Friday, July 2, 2010
ENGGAPO!!!
Di manakah letaknya kasih Laila dan Majnun
Sedalam manakah cinta Rumi dan Juli
Berapa jauhkah jaraknya Adam Dan Hawa sebelum bertemu
Setandingkah kita pada mereka... Indah?
Cinta kasih dan sayang...
sesuatu kurnia dari Tuhan
Hati dan perasaan...
tidak dapat dibohongi dengan kelakuan
Jauhnya jarak diantara kita
Tidak pernah menjadi penghalang
Bezanya tanah yang kita pijak
Tidak pernah menjadi pemisah
Inginku menjadi seorang penyair
yang menarikan pena didada syahifah
Inginku menjadi seorang pelukis
yang bisa menterjemah seraut wajah
Tapi yang ada didalam diri ini
Hanya ada sekeping hati
Dan pada hati yang pernah kekosongan
Kini telah ku isi dengan satu keindahan
Laila dan Majnun...
Rumi dan Juli...
Adam dan Hawa...
Setandingkah kita pada mereka?
Sedalam manakah cinta Rumi dan Juli
Berapa jauhkah jaraknya Adam Dan Hawa sebelum bertemu
Setandingkah kita pada mereka... Indah?
Cinta kasih dan sayang...
sesuatu kurnia dari Tuhan
Hati dan perasaan...
tidak dapat dibohongi dengan kelakuan
Jauhnya jarak diantara kita
Tidak pernah menjadi penghalang
Bezanya tanah yang kita pijak
Tidak pernah menjadi pemisah
Inginku menjadi seorang penyair
yang menarikan pena didada syahifah
Inginku menjadi seorang pelukis
yang bisa menterjemah seraut wajah
Tapi yang ada didalam diri ini
Hanya ada sekeping hati
Dan pada hati yang pernah kekosongan
Kini telah ku isi dengan satu keindahan
Laila dan Majnun...
Rumi dan Juli...
Adam dan Hawa...
Setandingkah kita pada mereka?
bace jeerrr...
Di pondok usang ini…
Ku melabuhkan diriku…
Melayang-layang anganku…
Kemana angin menbawa anganku…
Terdetik di hati ku…
Anganku…
Mimpiku…
Kenanganku…
Mahuku…..
Impianku….
Kemana semuanya itu….
Fikiranku merawang lagi…
Tiba-tiba daun….
Daun berguguran…
Sehelai demi sehelai jatuh berguguran…
Adakah semua daun itu…
Mewakili apa yg ku coretkan…
Jatuhnya daun menimpa bumi…
Maka reputlah daun di mamah bumi…
Adakan semua impian ku..
Akan terkubur selamanya…
Tidak aku tidak benar kan..
Selagi ku bernafas…
Selagi itu lah ku…
Meneruskan impian ku…
Akan ku tanggung semua risiko…
Pahit derita ku rempuh..
Pengorbanan…
Apatah lagi…
Walaubagaimanapun ku teruskan juga
Ku melabuhkan diriku…
Melayang-layang anganku…
Kemana angin menbawa anganku…
Terdetik di hati ku…
Anganku…
Mimpiku…
Kenanganku…
Mahuku…..
Impianku….
Kemana semuanya itu….
Fikiranku merawang lagi…
Tiba-tiba daun….
Daun berguguran…
Sehelai demi sehelai jatuh berguguran…
Adakah semua daun itu…
Mewakili apa yg ku coretkan…
Jatuhnya daun menimpa bumi…
Maka reputlah daun di mamah bumi…
Adakan semua impian ku..
Akan terkubur selamanya…
Tidak aku tidak benar kan..
Selagi ku bernafas…
Selagi itu lah ku…
Meneruskan impian ku…
Akan ku tanggung semua risiko…
Pahit derita ku rempuh..
Pengorbanan…
Apatah lagi…
Walaubagaimanapun ku teruskan juga
hidup...
resah aku menatap buku kenangan....
buku yang diwarnai tinta-tinta
suka dan duka seorang insan..
insan sepi...
insan luka..
insan bahagia...insan curiga...
tangis dan nangis..
tawa dan ria..
Sudah tebalkah rasa tabah ku?
sudah tepukah rasa kuat ku?
sehingga berani menolehi satu persatu halaman
buku kenangan kehidupan laluku..
atau..
akukan tejelopok dibumi rindu...
mencakar-cakar tanah dendam...
pada insan-insan yang telah memberikan kan aku kenangan...suka dan duka
atau....
aku tetap seperti ini...?
tegar hadapi segalanya....
tak seperti dulu lagi...
selama nya.....
buku yang diwarnai tinta-tinta
suka dan duka seorang insan..
insan sepi...
insan luka..
insan bahagia...insan curiga...
tangis dan nangis..
tawa dan ria..
Sudah tebalkah rasa tabah ku?
sudah tepukah rasa kuat ku?
sehingga berani menolehi satu persatu halaman
buku kenangan kehidupan laluku..
atau..
akukan tejelopok dibumi rindu...
mencakar-cakar tanah dendam...
pada insan-insan yang telah memberikan kan aku kenangan...suka dan duka
atau....
aku tetap seperti ini...?
tegar hadapi segalanya....
tak seperti dulu lagi...
selama nya.....
Gadis Kecil
Tubuh itu mengingatkan daku
sebatang pinang di desa sepi
kurus dan tinggi
ketika ribut besar
pohon sekitarnya rebah terkapar
dan pohon pinang tegak menanti
sinar mentari pagi
Demikianlah gadi kecil itu
kurus seperti sebatang pinang
bertahun berulang-alik melalui
penjara kawat duri menemui
ayahnya yang bertahun pula sendiri
menentang tiap penderitaan
tabah dan beriman.
Gadis kecil itu mengagumkan daku
tenang dan senyuman yang agung
dengan sopan menolak pemberianku
'saya tak perlu wang, pak cik,
cukuplah kertas dan buku.'
Usianya terlalu muda
Jiwanya didewasakan oleh pengalaman
tidak semua orang mencapai kekuatan demikian
ketabahan yang unik, mempesonakan.
Bila aku menyatakan simpati dan dukaku
rasa pilu terhadapnya
sekali lagi dia tersenyum dan berkata:
'jangan sedih, pak cik, tabahkan hati
banyak anak-anak seperti saya di dunia ini.'
Aku jadi terpaku
dia, si gadis kecil itu menenteramkan
mengawal ombak emosiku
jangan sedih melihat derita pahitnya.
Alangkah malunya hati seorang lelaki dewasa
yang mahu membela manusia derita terpenjara
menerima nasihat supaya tabah dan berani,
dari anak penghuni penjara sendiri?
Sepuluh anak seperti dia
akan menghapuskan erti seribu penjara.
sebatang pinang di desa sepi
kurus dan tinggi
ketika ribut besar
pohon sekitarnya rebah terkapar
dan pohon pinang tegak menanti
sinar mentari pagi
Demikianlah gadi kecil itu
kurus seperti sebatang pinang
bertahun berulang-alik melalui
penjara kawat duri menemui
ayahnya yang bertahun pula sendiri
menentang tiap penderitaan
tabah dan beriman.
Gadis kecil itu mengagumkan daku
tenang dan senyuman yang agung
dengan sopan menolak pemberianku
'saya tak perlu wang, pak cik,
cukuplah kertas dan buku.'
Usianya terlalu muda
Jiwanya didewasakan oleh pengalaman
tidak semua orang mencapai kekuatan demikian
ketabahan yang unik, mempesonakan.
Bila aku menyatakan simpati dan dukaku
rasa pilu terhadapnya
sekali lagi dia tersenyum dan berkata:
'jangan sedih, pak cik, tabahkan hati
banyak anak-anak seperti saya di dunia ini.'
Aku jadi terpaku
dia, si gadis kecil itu menenteramkan
mengawal ombak emosiku
jangan sedih melihat derita pahitnya.
Alangkah malunya hati seorang lelaki dewasa
yang mahu membela manusia derita terpenjara
menerima nasihat supaya tabah dan berani,
dari anak penghuni penjara sendiri?
Sepuluh anak seperti dia
akan menghapuskan erti seribu penjara.
IKUT SAJA
Labels
- YEAH (1)
Blog Archive
-
►
2010
(101)
- ► 12/26 - 01/02 (1)
- ► 11/28 - 12/05 (1)
- ► 11/07 - 11/14 (1)
- ► 08/29 - 09/05 (2)
- ► 07/25 - 08/01 (8)
- ► 07/18 - 07/25 (14)
- ► 07/11 - 07/18 (16)
- ► 07/04 - 07/11 (8)
- ► 06/27 - 07/04 (10)
- ► 06/20 - 06/27 (24)
- ► 06/13 - 06/20 (10)
- ► 06/06 - 06/13 (6)
BUDAKDABB COPERATION. Powered by Blogger.
Followers
About Me
Labels
- YEAH (1)
HTML Script
HTML Script/Java



